Showing posts with label Yamaha jupiter Z. Show all posts
Showing posts with label Yamaha jupiter Z. Show all posts

Motor Modifikasi MP3 Jupiter-Z Jadi Juara Umum

Motor modifikasi mp3 dari Yamaha New Jupiter-Z bisa jadi jawara baru underbone 4-tak. Bertarung di region V, Andi Mapanyukki keluar sebagai juara pertama MotoPrix kelas MP3 bebek underbone 4-tak 125 cc. Nggak tanggung-tanggung, dari 7 seri, Andi 5 kali juara pertama dan sekali finish ketiga. Hanya sekali ia gagal finish.

Motor modifikasi mp3 jupiter z

"Cuma seri pertama tak finish, karena girboks pecah. Sisanya enggak ada lawan. New Jupiter-Z memang lebih enak, kata Andi," beber mekaniknys Edwin Cahyadi.

Tantangan pertama ngemodif motor modifikasi Yamaha New Jupiter-Z mengubah sistem transmisi dengan 2 kampas kopling jadi 5 kampas. Triknya mencangkokkan rumah kopling Jupiter MX yang bisa dijejali 5 kampas. "Menurut saya, untuk balap, lebih maksimal dengan 5 kampas," ujarnya.

Selanjutnya kreatifitas Edwin pakai klep yang tersedia di pasaran. "Klep asli New Jupiter-Z untuk jalur in cuma 23 mm, dan jalur eksosnya 20 mm. Pakai 28 dan 24 yang dimodif jadi 26 untuk in dan 23 buat ex," jelasnya.

modifikasi jupiter z mp3
Langkah berikutnya, dipersiapkan komponen kunciannya, di poros bubungan alias kem. Teknik Edwin agak unik. Ia mencari kem yang profilnya besar. Alasannya, "Dengan profil pinggangnya besar, mudah dimodifikasi untuk mengejar lift klep tinggi," bilang Edwin lagi.

Kuncian lagi, nih. Dari riset Edwin, New Jupiter-Z lebih enak pakai kem dengan lift tinggi. Ia mematok sampai 10 mm. Padahal, Jupiter-Z lama banyak yang hanya mematok lift 8,5 sampai 9 milimeter. Malah ia menyebut, mungkin lebih baik jika di atas itu. Sebab
spek New Jupiter-Z yang long stroke memungkinkan.

"Saya mainkan durasinya untuk in dan ex jadi 268 derajat. Sementara LSA-nya dibuat jadi 106 derajat," papar Edwin.

Untuk mendongkrak kapastias, Edwin tak kesulitan. Di pasaran aftermarket, ia mencari torak berdiameter 53,40 mm. Ukuran segitu pas membuat kapasitas New Jupiter-Z jadi 129 cc, sebagai batas maksimal turun di kelas MP3.

"Kepala piston dibentuk kayak piston TDR. Sebab spek New Jupiter-Z gak perlu kompresi tinggi. Saya pakai rasio kompresi 12,8 : 1. Kalau Jupiter lama, bisa 13,5 : 1 atau lebih," sebut Edwin yang terapkan kubah kepala silinder bathtub.

Motor modifikasi juviter z mp3
Pilihan ini karena
New Jupiter-Z sudah punya karakter torsi besar. Perbandingan kompresi rendah mendukung tenaga lembut namun terus mengisi. Motor tidak liar di tikungan, namun lebih bertenaga di trek lurus panjang.

Sentuhan terakhir knalpot. Edwin gabungkan knalpot merek Creampy dengan SND. "Cocok pakai leher dari SND, lalu bodi dan silencernya pakai Creampy," tutup mekanik yang mangkal di markas Yamaha Suraco di Jl. Andi Pangerang Pettarani, Makassar itu.

So, sudah terbukti kalo settingan pas dan udah ketemu maka
Jupiter-Z modifikasian dengan mudah bisa jadi juara.

Sumber:
artikel dan gambar dari : http://motorplus.otomotifnet.com
11:34 AM | 0 comments | Baca lebih lanjut

Jupiter-Z MP3 Juara Motoprix Kemayoran

Yamaha Jupiter z mp-3 juara Motoprix Kemayoran adalah pacuan M. Zaki dari tim Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya yang sukses menjadi juara MP3 MotoPrix putaran VIII di Sirkuit Kemayoran lalu. Berhasil meninggalkan lawan-lawannya. Apa rahasianya? Mari tanya Harris Sakti alias Mletis, sang mekanik.

Jupiter z mp3
"Di Kemayoran lalu, kuncinya motor harus awet dan bisa cepat keluar dari tikungan," kata Mletis. Untuk awet maka kompresi harus pas.

"Saat QTT, kompresi sampai 14, tapi saat balapan yang begitu panas diturunkan jadi 13,8," lanjut mekanik asal Jogja ini. Caranya mengganti piston lebih rendah.

Sedangkan supaya lebih cepat naiknya rpm, durasi kem juga diubah. "Dari 272 derajat menjadi 270 derajat. Semua itu dilakukan sebelum final Minggu," kata mekanik murah senyum ini.

Modifikasi Jupiter z mp3
Ada satu jurus lagi untuk taklukkan Kemayoran. "Rasio khususnya gigi 1 dan 2 harus pas, karena banyak tikungan patah," tambahnya. Untuk gigi 1 diubah jadi berat dengan rasio 13 :24. Lay-out sirkuit kali ini mengharuskan turun sampai gigi 1 di R 2.

Sementara untuk gigi 2 di entengin. "Dari awalnya 16/29 dientengin jadi 18/33," terangnya. Oh ya, komposisi gir kali ini 14 : 42, angka ini pastinya akan berubah mengikuti karakter sirkuit. Terbukti dengan ubahan yang seperti ini, Zaki yang asal Bondowoso, Jawa Timur bisa menjadi juara Motoprix di Kemayoran Jakarta.

Sumber:
Artikel dan gambar dari http://motorplus.otomotifnet.com
1:36 PM | 0 comments | Baca lebih lanjut

Yamaha Jupiter-Z MP1 Aflikasi Balancer Ringan

Yamaha Jupiter-Z mp1 tunggangan Diaz Kumoro Djati tidak terkejar di MP1 (125cc) MotoPrix Seri VIII, tiga Minggu Lalu di Sirkuit JI Expo Kemayoraan. Walau di akhir race 2 mbrebet namun tetap juara 2. Kuncinya, mesin diseting serba ringan.

yamaha juviter z mp1
“Setingan ringan menyesuaikan sirkuit Kemayoran yang lalu, yang dibikin rolling speed,” jelas Heru Hardianto, kepala mekanik di tim Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya ini.

Serba ringan misalnya di balancer. Hanya dibuat 375 gram. Menurut mekanik beken disapa Heru Kate itu, ukuran segitu termasuk paling ringan. Supaya putaran mesin lebih cepat naiknya karena sirkuit yang treknya didominasi tikungan rolling speed.

Trek lurusnya hanya 170 meter bisa dikatakan pendek. Tidak perlu bandul yang berat sudah cukup tercapai. Asalkan rasio kompresi juga dibikin enteng alias rendah.

Untuk main di Kemayoran kemarin rasio kompresi dipatok 12,8 : 1. Padahal biasanya bisa sampai 13,2 : 1. Namun agar atasnya jalan mengimbangi balancer yang ringan untuk putaran bawah, kompresi harus dibuat rendah. Tentunya supaya top-speed juga tercapai.

Magnet juga dibuat ringan. Karena dibubut abis. “Beratnya paling hanya tinggal 400 gram,” jelas Heru yang bermarkas di dekat Stadiun Maguwo, Sleman, Jogja.

modifikasi head yamaha mp1
Rupanya ini yang bikin Jupiter mbrebet di akir lap. Magnetnya pecah karena dibubut terlalu tipis. Jadinya mesin tidak mau teriak seperti kekurangan bensin.

Setingan lain pada rasio masih sama untuk setiap sirkuit dadakan. Namun bedanya hanya pada sproket. Ini kali menggunakan 14/43.

Untuk pilihan klep menggunakan ukuran 29/24 mm. Sedangkan durasi kemnya berkisar 273 derajat. Klep in kira-kira membuka 35 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 58 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah).

Kemnya dibuat kembar. Untuk menyesuaikan trek tinggal diatur sendiri maju-mundurnya. Yang jelas durasinya tetap dibuat sama.

Menurut Heru, dari awal motor ini jadi, setingannya sama. Paling menyesuaikan sirkuit saja. Untuk lubang in dan ex juga tetap sama.

Lift Kem
Lift atau tinggi bukaan klep ditentukan oleh bubungan atau benjolan di kem. Beberapa mekanik memang punya pendapat masing-masing soal lift klep ini.

kem yamaha juviter z mp1
Seperti Heru Kate yang mekanik Yamaha Jupiter-Z geberan Diaz Kumoro Djati dari Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya itu. Dia punya patokan sendiri.

Meski durasi sama, Heru mematok lift kem buang lebih tinggi dibanding yang isap. Teori ini kebalikan dari beberapa mekanik lain yang justru malah mematok lift klep isap lebih tinggi.

Heru mematok lift kem isap 9,4mm sementara lift klep buangnya 9,5mm. “Lift klep buang lebih tinggi 0,1mm,” jelas mekanik yang aslinya sarjana Pertanian dari Universitas Veteran Jogja itu.

Menurut Heru lagi, dibuat seperti itu tentu ada maksud dan tujuannya. Yakni, agar setingan mesin tidak basah. Sehingga nafas mesin menjadi lebih panjang. Rpm mesin mampu teriak panjang.


12:40 PM | 0 comments | Baca lebih lanjut
 
cool hit counter
Powered by Blogger